Pulau Samosir di Danau Toba, Sumatra Utara, menyimpan pesona sejarah yang tak terhitung banyaknya. Salah satu destinasi yang mengangkat nuansa mistis dan bersejarah adalah Wisata Makam Tua Raja Sidabutar di Desa Tomok, kecamatan Simanindo. Makam Raja Naibatu Sidabutar, penguasa Pulau Samosir, menjadi pusat perhatian.
Terletak di permukaan tanah, makam ini tidak seperti kuburan
konvensional yang terkubur di dalam tanah. Sebaliknya, batu-batu makam ini
terdiri dari batu utuh tanpa persambungan, memberikan kesan kokoh dan megah.
Arsitektur yang rapi dan penuh warna, dengan ornamen utama berupa warna merah,
hitam, dan putih, menciptakan suasana yang memikat. Saat memasuki area wisata,
wisatawan akan menemui aturan diikuti, mengenakan kain Ulos. Kain Ulos menjadi
simbol penghormatan terhadap budaya Batak dan menambah nuansa tradisional
dalam setiap langkah.
Suasana sakral dan penuh penghargaan semakin terasa
ketika berjalan di antara makam-makam yang tertata dengan rapi. Makam Raja
Naibatu Sidabutar sendiri bukan hanya sebagai tempat peristirahatan bagi sang
penguasa, tetapi juga menyimpan makam para keturunannya. Setiap makam
menceritakan bagian dari sejarah
Keunikan lainnya adalah cara penguburan yang
tak lazim. Tanpa terkubur di dalam tanah, makam-makam tersebut terpampang di
permukaan tanah, menambah sentuhan mistis di tengah pekuburan yang hening.
Pahatan yang detail di bagian atas menggambarkan raja dengan rambut panjangnya
yang mencapai 20 meter semasa hidup. Konon kesaktiannya terletak pada
rambutnya, sehingga tak pernah dipotong semasa hidup. Pahatan yang rapi pada
setiap batu makam mencerminkan keahlian seni yang tinggi dan kecintaan
masyarakat setempat terhadap warisan budaya mereka.
0 Komentar